Michael Carrick sebut kritik soal passion Manchester United sebagai penilaian malas

Michael Carrick menyebut kritik soal semangat juang Manchester United usai kalah 0-2 dari Hull City sebagai penilaian malas. Sepekan kemudian MU menang 5-2.

MANCHESTER — Michael Carrick menolak keras anggapan bahwa para pemain Manchester United bermain tanpa semangat juang saat takluk 0-2 dari Hull City pada laga pembuka Liga Inggris musim 2026/2027. Pelatih asal Inggris itu menilai kritik semacam itu sebagai kesimpulan yang malas dan terlalu menyederhanakan persoalan.

Reaksi tersebut ia sampaikan setelah pertanyaan seorang jurnalis dalam wawancara seusai pertandingan di MKM Stadium, Sabtu (22/8), mempersoalkan kadar motivasi timnya.

"Ayolah, itu konyol. Itu pernyataan yang konyol. Hanya karena kalah, bukan berarti kami tidak peduli," kata Carrick menanggapi pertanyaan tersebut.

Carrick: Terlalu Mudah Menyalahkan Semangat Pemain

Dalam konferensi pers lanjutan, Carrick memperluas bantahannya dan menyoroti pola kritik yang menurutnya selalu berulang setiap kali Manchester United kalah.

"Menurut saya terlalu gampang dan malas untuk sekadar berkata 'tim kalah, berarti semuanya salah'. Ini salah, itu salah, kurang berusaha, kurang passion," tegas Carrick.

Ia berpendapat bahwa mempertanyakan daya juang pemain adalah cara paling dangkal untuk membaca sebuah hasil pertandingan.

Dua Gol Bola Mati Jadi Pembeda

Carrick menegaskan bahwa satu-satunya pembeda kedua tim di MKM Stadium adalah dua gol yang lahir dari situasi bola mati.

Semi Ajayi membuka keunggulan Hull City pada menit ke-17 lewat sepak pojok, sebelum Nobel Mendy menggandakan keunggulan tuan rumah melalui sundulan pada menit ke-38.

Absennya Lisandro Martinez dan Matthijs de Ligt memaksa Carrick menduetkan Harry Maguire dengan pemain muda Ayden Heaven di jantung pertahanan, dan penampilan Maguire kembali menjadi sasaran kritik publik.

Meski demikian, Carrick tetap menilai ada sisi positif dari penampilan timnya. "Kami melakukan beberapa hal yang baik," ujarnya.

Jawaban Datang Sepekan Kemudian

Sikap tenang Carrick akhirnya terbukti tidak sia-sia. Sepekan berselang, Setan Merah menghantam Ipswich Town 5-2 di Old Trafford, Minggu (30/8), lewat hat-trick Bruno Fernandes serta gol Bryan Mbeumo pada menit ke-82.

Kemenangan itu menandai kali pertama Manchester United mencetak lima gol dalam satu laga Liga Inggris sejak Agustus 2021.

"Hasil seperti ini memang menyenangkan," kata Carrick. "Kami akan menghadapi kemunduran di sepanjang jalan, tetapi yang penting adalah bagaimana kami menyikapinya. Kualitas itu akan muncul, dan kami mendapatkan hari yang baik karena mencetak banyak gol dan menang meyakinkan."